Jumat, 28 Desember 2012

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PENGLIHATAN


LAPORAN PENDAHULUAN
GANGGUAN PENGLIHATAN

A.    Pengertian
Mata adalah organ sensorik yang mentransmisikan rangsang melalui jarak pada otak ke lobus oksipital dimana rasa penglihatan ini diterima. Sesuai dengan proses penuaan yang terjadi, tentunya banyak perubahan yang terjadi, diantaranya alis berubah kelabu, dapat menjadi kasar pada pria, dan menjadi tipis pada sisi temporalis baik pada pria maupun wanita. Konjungtiva menipis dan berwarna kekuningan,produksi air mata oleh kelenjar lakrimalis yang berfungsi untuk melembabkan dan melumasi konjungtiva akan menurun dan cenderung cepat menguap, sehingga mengakibatkan konjungtiva lebih kering.
Pada mata bagian dalam, perubahan yang terjadi adalah ukuran pupil menurun dan reaksi terhadap cahaya berkurang dan juga terhadap akomodasi. Lensa menguning dan berangsur-angsur menjadi lebih buram mengakibatkan katarak, sehingga memengaruhi kemampuan untuk menerima dan membedakan warna-warna. Kadang warna gelap seperti coklat, hitam, dan marun tampak sama. Pandangan dalam area yang suram dan adaptasi terhadap kegelapan berkurang ( sulit melihat dalam cahaya gelap) menempatkan lansia pada risiko sedera. Sementara cahaya menyilaukan dapat menyebabkan nyeri dan membatasi kemampuan untuk membedakan objek-objek dengan jelas, semua hal itu dapat memengaruhi kemampuan fungsional para lansia.
Perubahan normal pada system sensoris (penglihatan) akibat penuaan :
Perubahan Normal yang b.d Penuaan
Implikasi Klinis
1.      Penurunan kemampuan akomodasi.
2.      Kontriksi pupil sinilis.
3.      Peningkatan kekeruhan lensa dengan perubahan warna menjadi menguning.
  1. Kesukaran dalam membaca huruf-huruf yang kecil.
  2. Penyempitan lapang pandang
  3. Sensitivitas terhadap cahaya
  4. Penurunan penglihatan pada malam hari
  5. dengan persepsi kedalamam

Perubahan sistem indera pada penuaan :
Perubahan Morfologis
Perubahan Fisiologis
Penurunan jaringan lemak sekitar mata
Penurunan penglihatan jarak dekat
Penurunan elastisitas dan tonus jaringan
Penurunan koordinasi gerak bola mata
Penurunan kekeuatan otot mata
Distorsi bayangan
Penurunan ketajaman kornea
Pandangaan biru-merah
Degenerasi pada sclera, pupil dan iris
Compromised night vision
Peningkatan frekuensi proses terjadinya penyakit
Penurunan ketajaman mengenali warna hijau, biru dan ungu
Peningkatan densitas dan rigiditas lensa
Kesulitan mengenali benda yang bergerak
Perlambatan proses informasi dari system saraf pusat

B.     Jenis gangguan pada lansia dengan gangguan penglihatan
1.      Perubahan sistem lakrimalis
Pada usia lanjut seringkali dijumpai keluhan nrocos. Kegagalan fungsi pompa pada system kanalis lakrimalis disebabkan oleh karena kelemahan palpebra, eversi punctum atau malposisi palpebra sehingga akan menimbulkan keluhan epifora. Namun sumbatan system kanalis lakrimalis yang sebenarnya atau dacryostenosis sering dijumpai pada usia lanjut, diman dikatakan bahwa dacryostenosis akuisita tersebut lebih banyak dijumpai pada wanita dibanding pria. Adapun patogenesia yang pasti terjadinya sumbatan ductus nasolakrimalis masih belum jelas, namun diduga oleh karena terjadi proses jaringan mukosa dan berakibat terjadinya sumbatan.
Setelah usia 40 tahun khususnya wanita pasca menopause sekresi basal kelenjar lakrimal secara progesif berkurang. Sehingga seringkali pasien dengan sumbatan pada duktus nasolakrimalis tak menunjukkan gejala epifora oleh karena volume air matanya sedikit. Akan tetapi bilamana sumbatan sistim lakrimalis tak nyata akan memberi keluhan mata kering yaitu adanya rasa tidak enak seperti terdapat benda asing atau seperti ada pasir, mata tersa leleh dan kering bahkan kabur. Sedangkan gejala obyektif yang didapatkan diantaranya konjungtiva bulbi kusam dan menebal kadang hiperaemi, pada kornea didapatkan erosi dan filamen. Periksa yang perlu dilakukan adalah Schirmer, Rose Bengal, “Tear film break up time”
2.      Perubahan refraksi
Pada orang muda, hipermetrop dapat diatasi dengan kontraksi muskulus silisris. Dengan bertambahnya usia hipermetrop laten menjadi lebih manifest karena hilangnya cadangan akomodasi. Namun bila terjadi sclerosis nucleus pada lensa, hipermetrop menjadi berkurang atau terjadi miopisasi karena proses kekeruhan di lensa dan lensa cenderung lebih cenbung.
Perubahan astigmat mulai terlihat pada umur 10-20 tahun dengan astigmat with the rule 75,5% dan astigmat against the rule 6,8%. Pada umur 70-80 tahun didapatkan keadaan astigmat with the rule 37,2% dan against the rule 35%. Factor-faktor yang mempengaruhi perubahan astigmat antara lain kornea yang mengkerut oleh karena perubahan hidrasi pada kornea, proses penuaan pada kornea.
Penurunan daya akomodasi dengan manifestasi presbiopia dimana seseorang akan kesulitan untuk melihat dekat dipengaruhi oleh berkurangnya elastisitas lensa dan perubahan pada muskulus silisris oleh karena proses penuaan.
3.      Produksi humor aqueous
Pada mata sehat dengan pemeriksaan Fluorofotometer diperkirkan produksi H.Aqueous 2.4 + 0,06 micro liter/menit. Beberapa factor berpengaruh pada produksi H.Aqueous. dengan pemeriksaan fluorofotometer menunjukkan bahwa dengan bertambahnya usia terjadi penurunan produksi H.Aqueous 2% (0,06 mikro liter/menit) tiap decade. Penurunan ini tidsak sebanyak yang diperkirakan, oleh karena dengan bertambahnya usia sebenarnya produksi H.Aqueous lebih stabil disbanding perubahan tekanan intra okuler atau volume COA.
4.      Perubahan struktur kelopak mata
Dengan bertambahnya usia akan menyebabkan kekendoran seluruh jaringan kelopak mata. Gejala dan tanda :
a.       Kesulitan menggangkat palpebra superior
b.      Rasa tidak enak di daerah perorbita akibat penggunaan otot ocipitofrontalis dan otot orbicularis oculi dalam mengatasi kesulitan mengangkat palpebra.
c.       Terbatasnya lapangan pandang superior
d.      Keluhan kosmetik.
Perubahan ini yang juga disebut dengan perubahan involusional terjadi pada :
a.      M.orbicular
Perubahan pada m.orbicularis bias menyebabkan perubahan kedudukan palpebra yaitu terjadi entropion atau ektropion. Entropion/ektropion yang terjadi pada usia lanjut disebut entropion/ekropion senilis/ involusional. Adapun proses terjadinya mirip, namun yang membedakan adalah perubahan pada m.orbicularis preseptal dimana enteropion muskulus tersebut relative stabil. Pada ektropion, bila margo palpebra mulai eversi, konjungtiva tarsalis menjadi terpapar (ekspose), ini menyebabkan inflamasi sekunder dan tartus akan menebal sehingga secara mekanik akan memperberat ektropionnya.
b.      Retractor palpebra inferior
Kekendoran retractor palpebra inferior mengakibatkan tepi bawah tarsus rotasi/ berputar kearah luar sehingga memperberat terjadinya entropion.
c.       Tartus
Bilaman tartus kurang kaku oleh karena proses atropi akan menyebabkan tepi atas lebih melengkung ke dalam sehingga entropion lebih nyata.
d.      Tendo kantus medial/lateral
Perubahan involusional pada usia lanjut juga mengenai tendon kartus medial/ lateral sehingga secar horizontal kekencangan palpebra berkurang. Perubahan-perubahan pada jaringan palpebra juga diperberat dengan keadaan dimana bola mata pada usia lanjut lebih enoftalmus karena proses atropi lemak orbita. Akibatnya kekencangan palpebra secara horizontal relative lebih nyata. Jadi apakah proses involusional tersebut menyebabkan margo palpebra menjadi inverse atau eversi tergantung perubahan-perubahan yang terjadi pada m.orbikularis oculi, retractor palpebra inferior dan tarsus.

e.       Aponeurosis muskulus levator palpebra
Dengan bertambahnya usia maka aponeurosis m.levator palpebra mengalami disinsersi dan terjadi penipisan, akibatnya terjadi blefaroptosis akuisita. Meskipun terjadi perubahan pada aponeurosis m.levator palpebra namun m.levatornya sendiri relative stabil sepanjang usia. Bial blefaroptosis tersebut mengganggu penglihatan atau secara kosmetik menjadi keluhan bias diatasi dengan tindakan operasi.
f.        Kulit
Pada usia lanjut kulit palpebra mengalami atropi dan kehilangan elastisitasnya sehingga menimbulkan kerutan dan lipatan-lipatan kulit yang berlebihan. Keadaan ini biasanya diperberat dengan terjadinya peregangan septum orbita dan migrasi lemak preaponeurotik ke arterior. Keadaan ini bisa terjadi pada palpebra superior maupun inferior dan disebut sebagai dermatokalis.
C.     Tanda dan gejala:
1.      Sakit kepala tumpul di pagi hari
2.      Rasa sakit yang ringan pada mata
3.      Kehilangan perifer (penglihatan menyempit)
4.      Melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya
5.      Penurunan ketajaman penglihatan (khususnya pada malam hari) yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata.
6.      Inflamasi mata unilateral
7.      Kornea berkabut
8.      Pupil berdilatasi sedang yang tidak bereaksi terhadap cahaya
9.      Peningkatan tekanan intraokuler diketahui dengan cara membuat tekanan yang lembut pada kelopak mata pasien yang tertutup menggunakan ujung jari, bola mata menahan tekanan tersebut.
D.    Pemeriksaan diagnostik
1.      Tonometri (dengan schiøtz pneumatic atau tonometer aplanasi)
mengukur tekanan intraokuler dan memberikan nilai dasar untuk perujukan. Rentang tekanan intraokuler normal berkisar dari 8 sampai 21mmHg. Akan tetapi, pasien yang IOPnya menurun dari rentang normal dapat mengalami tanda dan gejala glaucoma dan pasien yang mempunyai tekanan tinggi mungkin tidak menunjukkan efek klinis.
2.       Pemeriksaan slit lamp 
memperlihatkan efek glaucoma pada stuktur mata anterior, meliputi kornea, iris dan lensa.
3.      Gonioskopi menentukan sudut ruang anterior mata, yang memungkinkan pemeriksa untuk membedakan glaucoma sudut terbuka dengan glaucoma sudut tertutup. Sudut mata normal pada glaucoma sudut terbuka sedangkan pada glaucoma sudut tertutup tampak tidak normal. Akan tetapi, pada pasien lansia penutupan sebagian dapat terjadi yang memungkinkan dua bentuk glaucoma terjadi bersamaan.
4.      Oftalmoskopi 
mempermudah visualisasi fundus. Pada glaucoma sudut terbuka,pelengkungan discus optikus dapat terlihat lebih awal dibandingkan pada glaucoma sudut tertutup
5.      Perimetrik 
 pemeriksaan lapang pandang menentukan keluasaan kehilangan penglihatan perifer, yang membantu mengevaluasi pemburukan pada glaucoma sudut terbuka.
6.      Fotografi fundus 
memantau dan mencatat perubahan pada discus optikus.

E.     Penanganan
1.      Glaukoma sudut terbuka
Untuk glaukoma sudut terbuka, terapi obat-obatan awal bertujuan untuk mengurangi tekanan karena penurunan produksi humor aqueosa. Obat-obatan tersebut meliputi penyekat beta, seperti timolol (digunakan secara hati-hati pada pasien yang menderita asma dan menderita bradikardia) serta betaksolol; epineprin untuk mendilatasi pupil (dikontraindikasikan pada glaucoma sudut tertutup); dan obat tetes mata miotik, seperti pilokarpin, untuk meningkatkan aliran balik humor aqueosa.
Pasien yang tidak berespons terhadap terapi obat-obatan dapat memanfaatkan trabekuloplasti laser argon; yaitu ahli oftalmologi memfokuskan sinar laser argon pada jalinan trabekular pada sudut terbuka. Prosedur ini menghasilkan pembakaran termal yang mengubah permukaan meshwork tersebut dan mudah aliran balik humor aqueosa.
Untuk melakukan trabekulektomi, ahli bedah mendiseksi lipatan sclera untuk membuka jalinan trabekular. Ahli bedah menghilangkan blok jaringan kecil dan melakukan iridektomi perifer, yang menciptakan lubang untuk aliran balik humor aqueosa dibawah konjungtiva dan menghasilkan filtering bleb. Pada pascaoperatif, injeksi subkonjungtivafluororasil dapat diberikan untuk mempertahankan tekanan fistula. Iridektomi mengurangi tekanan dengan cara mengeksisi sebagian iris untuk mengembalikan aliran balik humor aqueosa. Beberapa hari kemudian, ahli bedah melakukan iridektomi profilaktik pada mata lainnya (yang normal) untuk mencegah episode glaukoma akut pada mata tersebut.

2.      Glukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut tertutup (glaukoma akut) adalah kedaruratan yang membutuhkan terapi segera untuk mengurangi tekanan intraokuler yang tinggi. Terapi obat-obatan praoperatif awal menurunkan tekanan intraokuler dengan asetazolamid, pilokarpin (yang mengontriksikan pupil, mendorong iris jauh dari trabekula dan memungkinkan cairan terbebas) dan manitol lewat I.V. atau gliserin aoal (yang mendorong cairan dari mata dengan menjadikan hipertonik). Jika pengobatan ini gagal untuk menurunkan tekanan, iridotomi laser atau iridektomiperifer dengan pembedahan harus dilakukan dengan cepat untuk menyelamatkan penglihatan pasien.
Analgetik narkotik dapat digunakan jika pasien mengalami nyeri berat. Setelah iridektomi perifer, tetes mata sikloplegik dapat diberikan untuk merilekskan otot-otot siliaris dan mengurangi inflamasi, sehingga mencegah perlekatan.


F.     Asuhan keperawatan
  1. Pengkajian
Pengkajian pada lansia dengan gangguan penglihatan meliputi hal-hal berikut ini:
a.       Ukuran pupil mengecil
b.      Pemakaian kacamata
c.       Penglihatan ganda
d.      Sakit pada mata seperti glaukoma dan katarak
e.       Mata kemerahan
f.       Mengeluh ketidaknyamanan terhadap cahaya terang (menyilaukan)
g.      Kesulitan memasukkan benang ke lubang jarum
h.      Permintaan untuk membacakan kalimat
i.        Kesulitan atau ketergantungan dalam melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari (mandi, berpakaian, ke kamar kecil, makan, BAK/BAB serta berpindah)
j.        Visus

2.      Masalah keperawatan
Masalah keperawatan yang biasanya terdapat pada lansia dengan masalah penglihatan adalah sebagai berikut:
a.       Gangguan persepsi sensori:penglihatan
b.      Risiko cedera: jatuh
c.       Gangguan mobilitas fisik
d.      Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
e.       Kurang pengetahuan
f.       Kecemasan


Selasa, 20 Maret 2012

JIKA KITA MENCINTAI SESEORANG...


Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat.

Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta..

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.

Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.

Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh mata kasar, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir..

Kamis, 08 Maret 2012

Untuk mu zHa...

Masihkah engkau mendambakan dia yang telah berlalu?
Masihkah engkau menenggelamkan hatimu menyelami lautan rindu?
Masihkah jiwamu terbuai harapan pada seseorang di masa lalumu?

Mungkinkah dia penentu kebahagian hidupmu?
Yakinkah dia mampu melipurkan lara di jiwamu?
Akankah dia datang mengobati pilunya rindu di hatimu?

Saudaraku, sadarlah dari kemabukanmu..
Bangunlah dari mimpi-mimpi yang keindahannya semu..
Bukankah Allah yang menjauhkan dia darimu?

Karena di sudut lain dalam kehidupanmu
Ada seseorang yang berdo'a dalam istikharahnya
Memohonkan segala kebaikanmu untuknya

Dan Allah Maha Tahu..
Seseorang itu lah yang terbaik bagimu..

Innallaaha 'Aliimun Bidzaatish Shuduur...

Untukmu Wahai calon Imamku...

Aku inginkan dia yang bisa bicara benar padaku dan bukan hanya membenarkan kata-kataku..

Aku inginkan dia yang bisa kembali menegakkan bahuku dan mampu membuatku menatap kembali kedepan, bukan seseorang yang hanya memberiku sandaran yang membuatku menyesali dan tengelam dalam kegagalanku..

Aku inginkan dia yang mampu menjadi imam dalam hidupku dan mampu membawaku mendekat pada apa yang aku yakini...

Aku inginkan dia yang tidak menghandalkan kata manis untuk membuatku luluh namun membuatku merasa teristimewa hanya dengan kemampuannya dalam memahamiku..

Aku inginkan dia yang mengajariku untuk terlalu sibuk berusaha hingga aku lupa meluangkan waktuku untuk terus mengeluhkan sesuatu yang belum kucapai...

Aku inginkan dia yang mampu mengingatkanku saat aku lengah dan terlena dalam keberhasilan yang kucapai..

Aku inginkan dia yang bisa menerimaku apa adanya,memberiku tempat disisinya sebagai teman berbagi dan menghargaiku sebagai seorang wanita yang ia cintai

Aku inginkan dia yang membuatku bangga,bukan karena betapa rupawannya ia,tapi karena kebaikan hatinya..

Aku inginkan dia yang bisa mengajakku sejenak menunduk saat aku terus menatap keatas dan lupa bersyukur untuk apa kumiliki saat ini..

Buat Aq Sabar ya Allah...

Ya Allah…Aku tidak meminta seseorang yang sempurna dari sisi-Mu,tidak ya Rabb…kerana Engkau Maha Mengetahui sesungguhnya keadaanku,,tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini dari kesalahan atau kekurangan,Maka,aku meminta pada-Mu seorang yang tak sempurna ya Rabb,Sehingga dia merasa sempurna ketika diriku hadir dalam kehidupannya kerana-Mu

Seseorang yang kan kusayangi kerana kelembutan hatinya
Seseorang yang kan kucintai kerana keindahan akhlaknya
Seseorang yang kan kukasihi kerana kehalusan budinya
Seseorang yang kan kukagumi keranakesantunan sikapnya
Seseorang yang kan kupuja kerana kerendahan hati dan kesederhanaannya
Seseorang yang mahu menerimaku seikhlas hatinya…

Yang tak akan pernah ku menduakan cintanya hingga akhir hayatku tiba…

Seseorang yang kan ku hibur hatinya bila dia sedang bersedih
Seseorang yang kan ku sapu air matanya ketika dia menangis
Seseorang yang kan ku jadikan bahuku tempatnya bersandar saat dia penat
Seseorang yang kan ku dengar segala kuluh – kesahnya
Seseorang yang kan ku pertaruhkan nyawaku demi menjaga kehormatannya
Seseorang yang ketulusan dan kesetiaan hati ini hanyalah untuknya…

Yang kan slalu kujanji membersamanya hingga malaikat maut menjemputku tiba…

Ya Allah…wahai Tuhan yang memegang rahasia segala sesuatu,
jadikanlah aku redha terhadap apa-apapun yang Engkau tetapkan

Dan jadikan barakah dalam apa-apa yang Engkau takdirkan,Wahai Tuhan yang memegang hikmah segala sesuatu,Andai Engkau berkehendak lain,Sesungguhnya sebenar-benarnya kehidupan adalah kehidupan akhirat,Maka jadikanlah kehendak-Mu,bukan kehendakku…

Sesungguhnya aku tidak mengetahui,sedangkan Engkau Maha Mengetahui,

Takdirkanlah kebaikan bagiku,dan jadikanlah hatiku meredhainya…

Minggu, 11 Desember 2011